Sekilas tentang Yayasan dan pasraman bali eling spirit

Yayasan Bali Eling Spirit di singkat Best Foundation adalah yayasan yang bergerak dibidang sosial, spiritual, pendidikan dan lingkungan. Yayasan yang mengusung nilai-nilai Hindu Dharma dan merangkul kearifan lokal masing-masing daerah dimana Ajaran yoga dikembangkan yaitu Tri Hita Karana serta menjunjung tinggi Nilai-nilai Pancasila, UUD ’45, ikut serta menyingsingkan lengan baju berdirinya NKRI dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika.

Diawal tahun 2010 dimulainya sebuah petunjuk secara niskala dari Hyang Maha Kuasa yang diterima langsung oleh Sri Bhagawan Sriprada Bhaskara waktu itu walaka bernama Ngurah Sudarma. Beliau menjalankan pertapaan atau Samadhi selama 12 malam di Desa Mas, Ubud. Beliau menerima pesan untuk menjalankan hidup dalam keseimbangan untuk kesejahteraan dan kebahagiaan sejati dari dalam diri. Keseimbangan tersebut harus dibangun melalui kekuatan fisik, emosional, pikiran dan spiritual. Sejak itulah, Sri Bhagawan mulai menjalankan kehidupannya dengan yoga dan mempelajari tantra. Semenjak itu pula, beliau bercerita kepada adiknya Jro Gede Gusti Jayeng Saputra bahwa hidup ini harus berputar mengikuti arus ruang dan waktu secara dinamis, selaras dan mengikuti hukum-hukum yang telah mutlak diciptakan dan ditetapkan oleh Hyang Maha Kuasa atau Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Ia pun yang awalnya merokok selama 12 tahun seketika berhenti, menjauhi minuman keras dan mulai menata kehidupan dengan baik. Ajaran yoga mulai merasuki seluruh hidupnya dengan belajar secara otodidak mengikuti arahan dan gerakan-gerakan yang secara naluriah, bathiniah dan gaib yang digerakkan oleh kekuatan dari dalam dirinya. Ia menemukan gerakan tersebut sebagai tarian jiwa kehidupan. Untuk menyempurnakan dan menemukan kesejatian dirinya ia terus melangkah mengikuti arus kehidupan yang menuntunnya untuk belajar antara kedalam dan keluar. Sri Bhagawan Sriprada merupakan praktisi meditasi sejak umur 15 tahun yang diajarkan oleh orang tuanya sendiri karena merupakan keluarga spiritual dan penyembuh secara traditional Bali. Kakeknya seorang pemangku yang telah menurunkan ilmu welas asih, pemurnian diri, meditasi dan penyembuhan. Untuk mengikuti tuntunan hidupnya mulai mencoba mengambil tanggung jawab dengan menampung dan membiayai beberapa anak sekolah untuk bersekolah dengan uang kantong pribadi yang awalnya 3 orang hingga 15 orang. Selama 6 tahun berjalan dari pertengahan 2010 sampai akhir 2016, karena berpikir bahwa semua ini harus dilanjutkan untuk bisa membangun generasi Bali yang berkarakter, berpendidikan, dan kuat, maka tahun 2017 mulai didirikan yayasan bersama adiknya Jro Gede Gusti Jayeng Saputra. Yayasan ini didirikan bermaksud agar memiliki payung hukum yang jelas dan juga kegiatan pasraman dapat berjalan lancar dan terpercaya. Tentu ide-ide yang hebat hasil perenungan yang dalam, keheningan, meditasi dan samadhi harus diwujudkan dalam bentuk sistem yang jelas, terukur dan membutuhkan dana yang cukup. Memang perjalanan hidup keluarga kedua bersaudara ini tidak jauh dari urusan spiritual, sosial, pendidikan dan pengembangan diri baik sekala(jasmani) maupun niskala(spiritual). Oktober 2015 Sri Bhagawan Sriprada menerima titah untuk pembersihan diri dan penobatan sebagai Sulinggih termuda dengan nama abhiseka Ida Pandita Agni Sri Bhagawan Sriprada Bhaskara oleh Ida Pedanda Nabe Gede Sebali Tianyar Arimbawa di Grya Subagan Kaja, yang diprakarsai oleh sebuah organisasi Spiritual Hindu terbesar di Bali yaitu Veda Poshana Ashram. Tahun 2017 mulai memunculkan sebuah program membersihkan lingkungan di Ubud bersama Sri Bhagawan Sriprada. Yayasan ini dibangun dimulai dengan program pendidikan guru-guru yoga yang bersertifikat, handal, percaya diri, bertaksu dan mampu bersaing secara international. Perkembangan yoga semakin menjadi trend dan minat bagi seluruh dunia, terutama untuk mencapai kesehatan dan keseimbangan, fisik, emosional, mental dan spiritual. Untuk itulah Sri Bhagawan Sriprada Bhaskara dibawah Yayasan Bali Eling Spirit sejak tahun 2018 mulai melatih guru-guru yoga untuk mampu mengambil alih pasar kerja di Bali sebagai guru yoga, kehidupan dan spiritual bagi orang Bali. Dengan semangat perjuangan dan antusiasme untuk menjadikan Bali tetap Bali berdasarkan Tri Hita Karana yang harus dimulai membangun kekuatan dari dalam diri melalui ajaran yoga dan meditasi, sehingga program pelatihan guru yoga dapat dukungan dan sambutan baik dari PHDI Bali, IHDN Denpasar, Veda Poshana Ashram, Paiketan Krama Bali dan masyarakat luas.

Visi, misi dan budaya Yayasan

Visi

Bersama menemukan jati diri untuk mencapai Mokshartam Jagaditha Ya Ca Iti Dharma

Misi

  • Membangun karakter SDM Bali melalui spirit Bali yaitu Tri Hita Karana, Panca Sraddha dan ashtangga yoga(ashtanga yoga).
  • Menumbuhkembangkan ajaran Yoga dan Sanatana Dharma kepada masyarakat Umum di Bali.
  • Membangun keseimbangan hidup masyarakat Bali melalui empat aspek kecerdasan yaitu fisik, emosional, mental dan spiritual (the spirit of swastika/tapak dara/colek pamor).
  • Memperkenalkan sekaligus Menyeimbangkan empat dasar dan jalan dalam beragama yaitu Catur Marga Yoga sehingga mampu menghasilkan manusia berkesadaran, kesatria, berbudi luhur, percaya diri dan seimbang.

Eling Spirit Yoga

AKTA NOTARIS No 12 Tgl 27 Januari 2017, Henny Trisiaty, SH., M.Kn Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia NOMOR AHU 000213.AH.01.04.Tahun 2017

Tanda Daftar Lembaga Keagamaan Hindu, Nomor: 001/PHDI-Bali/DLKH/II/2018